,

Rabu, 08 Februari 2012

Kisah Tentang Jurnalistik Yang Sukses

Cerita sukses pemenang Mading Safari Diklat Jurnalistik Jawa Pos

SMAMDA Future - XII IPS 2

Pencetus ide untuk tema mading kali ini pada Safari Diklat Jurnalistik ini adalah Muh. Naufal Danal Islami dan Eka Bayu. Bahan yang dipakai diantaranya : stereofoam, kardus, miniatur, lem stik, dan tentunya Koran Jawa Pos sebagai bahan utamanya. Satu lagi bahan yang paling penting menurut mereka yaitu cinta.

Pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup singkat yaitu dua hari. ide yang diberikan oleh Muh. Danal dkk sebagai sutradara adalah ide spontanitas, karena kami berharap saat kami lulus dari sekolah ini, SMAMDA bisa menjadi “more better”. Dan pembuatanya sendiri secara spontanitas dan tanpa menggunakan cara atau teknik khusus, kata Muh Danial.

Suka dukanya adalah kita bisa membuat mading ini bersama-sama, bisa membuat kelas XII IPS 2 ini semakin kompak dengan solidaritas yang tinggi sehingga kita bisa memenangkan perlombaan ini dan mengalahkan peserta lain. Meskipun pada awalnya kami sempat merasa pesimis antara bisa atau tidak menyelesaikan mading ini, tapi ternyata Allah memberikan mukjizat kepada kami. Dan tak lupa kami berterima kasih kepada Ibu Noorlaili selaku wali kelas yang selalu dan terus mendukung kami.

Dukanya adalah saat kami mengerjakan mading ini dengan susa payah, kami semapt merasa lapar karena mengerjakan mading ini sampai larut mala, kami juga sempat kekurangan dana untuk membeli bahan yang bisa dikatakan mahal dan cukup sulit didapatkan. Tapi kami menikmantinya kok…

Azam Ramadhan : Perlombaan Jawa Pos Mading 3D ini sangat mendukung kreatifitas dan kerjasama di kelas kam. Meskipun tidak semua murid ikut berperan serta dalam pembuatan mading ini. Tapi ini hasil dari ide-ide kami.

M. Danial : Perlombaan ini sangat baik untuk anak IPS karena mereka mempunyai komunikasi dan kerjasama yang cukup bagus dalam mengikuti perlombaan mading 3D ini. Dan kami sebagai murid IPS ingin menunjukkan kepada seluruh guru dan teman-teman bahwa IPS bukanlah murid yang bandel, tetapi siswa-siswi IPS mempunyai kreatifitas yang tinggi.

Nurul Fitri : Perlombaan ini sangat menarik karena dapat menumbuhkan kreatifitas anak-anak yang kadang-kadang susah untuk dimunculkan.

Eka Bayu : Perlombaan ini menurut saya sangat mendidik, dengan dengan diadakannya perlombaan ini, kita sebagai warga smamda dapat menunjukkan kreatifitas yang tidak kalah dengan sekolah lain.

Budaya Indonesiaku yang terkenal di mata dunia - XI IPA 4

Pada saat kami mendapat pemberitahuan tentang adanya lomba mading yang diadakan Jawa Pos, kami sangat antusias menyambutnya. Pada saat itu kami memutuskan bahwa semua anggota kelas harus ikut berpartisipasi pada lomba ini.

Akan tetapi pada saat itu kita terhalang dana. Terpikirla oleh kami membuat sebuah mading yang bagus dan kreatif yang berbahan dari Koran dan sebisa mungkin meminimalkan biaya.

Dengan dana dan bantua dari seluruh anggota kelas, kami ingin membuat mading dengan tema “Budaya Indonesiaku yang terkenal di mata dunia”. Kami juga terkendala dengan waktu yang terbatas, dan sehari sebelum acara harus sudah dikumpukan. Kami bertekad mengerjakannya dengan gotong royong. Sampai-sampai kita semua baru meninggalkan sekolah pukul sembilan malam. Pada saat itu tidak ada di benak kami semua untuk menjadi pemenang. Yang menjadi tujuan kami hanya ingin berpartisipasi dengan maksimal dan sebaik-baiknya.

Kami juga membuat identitas anggota kelas yaitu blangkon yang terbuat dari kertas koran sebagai bukti bahwa kita juga mencintai budaya Indonesia.

Pada saat pengumuman pemenang, kami sangat terkejut dan senang sekali karena mading buatan kami menjadi yang terbaik diantara peserta mading yang lainnya. Kami sangat puas dengan hasil kerja keras kami dan yang tak kalah pentingnya adalah terjalinnya kebersamaan kami sebagai warga kelas XI IPA 4 SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. (Intan, Nabila). Untuk Lebih lengkapnya silahkan Klik Disini

Silahkan Gunakan Facebook Comment